BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dengan Supervisi FKTP dan Edukasi Antrian Online di Mobile JKN

Selasa, 11 Februari 2025 | 12:16:10 WIB
BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dengan Supervisi FKTP dan Edukasi Antrian Online di Mobile JKN

JAKARTA - BPJS Kesehatan menggelar kegiatan strategi peningkatan layanan melalui "Sibling (Supervisi Buktikan dan Lihat Langsung)" yang diselenggarakan di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Jakarta Pusat. Fokus dari inisiatif ini adalah untuk mengedukasi peserta mengenai penggunaan Antrian Online melalui aplikasi Mobile JKN serta melakukan survei kepuasan peserta melalui sistem KESSAN. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam keterangan resminya, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Diah Sofiawati menyatakan, "Langkah konkret dalam kegiatan ini adalah membantu peserta JKN memahami dan menggunakan fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN." Menurut Diah, fitur ini memungkinkan peserta untuk mengambil nomor antrean sebelum mendatangi FKTP, yang berdampak pada pengurangan waktu tunggu di lokasi pelayanan.

Pada kegiatan ini, BPJS Kesehatan juga menempatkan barcode KESSAN di meja pendaftaran masing-masing FKTP. Fasilitas barcode ini bertujuan untuk memudahkan peserta dalam memberikan saran maupun penilaian terhadap pelayanan yang diterima. "Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di FKTP benar-benar optimal dan sesuai dengan kebutuhan peserta," ujar Diah menegaskan.

Lebih lanjut, Diah menjelaskan bahwa lewat kegiatan Sibling, BPJS Kesehatan dapat melakukan pemantauan langsung di lapangan. "Harapannya, ini bisa mengurangi kendala di lapangan dan membuat pelayanan semakin efisien,” ucapnya. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan FKTP dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik.

Tidak hanya memfasilitasi peserta secara langsung, BPJS Kesehatan juga berkomitmen memastikan setiap FKTP menjalankan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. "Supervisi ini memberikan peluang untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki kekurangan dalam sistem pelayanan," tambah Diah.

BPJS Kesehatan juga menyatakan bahwa kegiatan supervisi seperti ini akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di FKTP. Edukasi mengenai aplikasi Mobile JKN juga akan diperluas ke wilayah-wilayah lain agar semakin banyak peserta yang merasakan manfaatnya.

Seiring dengan edukasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan terus menekankan pentingnya pengisian survei kepuasan KESSAN yang dihimpun dari peserta. Setiap FKTP diwajibkan mengumpulkan minimal 30 survei per bulan. Data dari survei inilah yang menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan. BPJS juga mendorong agar FKTP aktif memanfaatkan teknologi yang telah disediakan, termasuk penggunaan barcode KESSAN.

"Peserta memiliki hak untuk memberikan penilaian, dan masukan mereka akan menjadi dasar perbaikan kami ke depannya. Dengan survei ini, kami bisa lebih cepat mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki,” papar Diah.

Respon positif pun datang dari peserta JKN. Banyak dari mereka merasa edukasi fitur Mobile JKN memberikan manfaat nyata, terutama dengan adanya fitur antrean online yang sangat membantu.

Shafira, salah satu peserta JKN, mengungkapkan bahwa aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan luar biasa dalam mengakses layanan kesehatan. “Dulu saya harus datang pagi-pagi ke FKTP hanya untuk ambil nomor antrean. Sekarang, dengan aplikasi Mobile JKN, saya bisa ambil antrean dari rumah. Waktu tunggu jadi lebih singkat, dan saya merasa lebih tenang. Pelayanan seperti ini sangat membantu, terutama bagi kami yang punya jadwal padat,” ujarnya dengan antusias.

Tidak ketinggalan, Shinta, peserta JKN lainnya, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang diterapkan di FKTP. Baginya, kehadiran barcode KESSAN menjadi solusi praktis untuk menyampaikan pendapat dengan lebih cepat dan langsung. “Saya rasa ini cara yang bagus untuk mendengar suara kami sebagai peserta. Dengan barcode ini, saya bisa langsung memberikan penilaian terhadap pelayanan yang saya terima. Semoga masukan kami benar-benar dipertimbangkan agar layanan semakin baik,” ungkapnya.

Inisiatif BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk transformasi pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan efisien di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dengan pendekatan langsung dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna, BPJS Kesehatan optimis dapat menjawab tantangan sekaligus memenuhi ekspektasi peserta di era digital saat ini.

Terkini