Kolaborasi Finansial: Kemitraan Strategis Easycash dan DBS Indonesia untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan

Senin, 10 Februari 2025 | 10:51:48 WIB
Kolaborasi Finansial: Kemitraan Strategis Easycash dan DBS Indonesia untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan

JAKARTA - PT Indonesia Fintopia Technology, yang lebih dikenal sebagai Easycash, bersama dengan PT Bank DBS Indonesia, baru-baru ini mengumumkan sebuah langkah strategis dalam memperluas akses layanan finansial di Indonesia melalui penyaluran kredit atau loan channeling. Kemitraan ini tidak hanya menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam memperkuat inklusi keuangan, tetapi juga berupaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang mungkin sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan keuangan konvensional. Dengan komunitas yang masih banyak didominasi oleh mereka yang underserved dan unbanked di Indonesia, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam sektor finansial.

Kemitraan ini adalah langkah sejalan dengan target inklusi keuangan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 yang berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Pemerintah telah menetapkan target inklusi keuangan mencapai 91% pada tahun 2025, dengan harapan peningkatan lebih lanjut hingga 98% pada tahun 2045.

Willy Lawy, selaku Head of Ecosystem Lending PT Bank DBS Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kemitraan ini. “Kami berharap dapat memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada pelaku usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Willy. Pernyataan ini mencerminkan optimisme DBS dalam memainkan peran penting untuk memperluas inklusi keuangan yang inklusif melalui solusi digital yang up-to-date.

Sementara itu, Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo Djatmiko, mengakui bahwa kolaborasi ini merupakan peluang besar bagi Easycash untuk memperluas jangkauan layanannya. “Kami percaya bahwa kemitraan ini akan membantu lebih banyak masyarakat mendapatkan akses ke layanan daring yang mereka butuhkan,” tutur Nucky. Ini menunjukkan fokus Easycash pada efektivitas dan efisiensi solusi kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Sejak berdirinya pada tahun 2017 hingga Desember 2024, Easycash telah menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 7,2 juta penerima dana dengan total nilai akumulasi yang mencapai lebih dari Rp63,21 triliun. Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari perusahaan fintech tersebut tetapi juga menandakan permintaan yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan digital yang cepat dan dapat dipercaya.

Untuk mendukung inisiatif ini, Bank DBS Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam mengembangkan ekosistem finansial yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan pilar keberlanjutan pertama mereka, yakni Responsible Banking, Bank DBS berkomitmen untuk mencapai visi menjadi ‘Best Bank for a Better World’. Sebelumnya, Bank ini telah berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan fintech, membuktikan bahwa mereka bukan pemain baru di ranah ini.

Inisiatif yang diambil oleh keduanya mendapat respons positif dari berbagai kalangan, menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam era digital ini, terutama untuk mencapai target inklusi keuangan yang ambisius dari pemerintah. Indonesia, dengan populasi yang besar dan ekonomi digital yang berkembang pesat, memerlukan solusi inventif untuk menjangkau setiap segmen masyarakatnya.

Nucky juga menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam menunjang agenda raksasa ini. Dia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dan mendukung agenda pemerintah terkait inklusi keuangan. “Kami percaya bahwa dengan kemitraan dan dukungan dari berbagai pihak, kita dapat mencapai inklusi keuangan yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Ini bukan hanya sekadar kolaborasi bisnis, tetapi juga usaha bersama dalam mewujudkan perubahan sistemik dalam akses layanan keuangan bagi jutaan orang Indonesia. Dengan teknologi dan konektivitas yang semakin maju, diharapkan inklusi keuangan tidak lagi menjadi impian melainkan kenyataan yang terlewati oleh siapapun, baik di kota besar maupun di pelosok negeri.

Tentu saja, tantangan di depan masih ada, antara lain bagaimana menyediakan infrastruktur yang memadai, memperkuat literasi digital, hingga memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan finansial. Tapi dengan sinergi antara pelaku industri fintech dan lembaga perbankan terkemuka, seperti yang ditunjukkan oleh Easycash dan DBS Indonesia, masa depan inklusi keuangan tampak semakin cerah.

Melalui berbagai strategi dan inovasi yang diimplementasikan, kemitraan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi stakeholders lain yang juga ingin memperluas cakupan layanan finansial mereka. Hari ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang tentunya akan memberi dampak positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Terkini