Bandara Gatot Subroto Way Kanan Kini Layani Dua Rute Penerbangan: Pendorong Ekonomi Daerah yang Belum Terjamah

Kamis, 06 Februari 2025 | 12:48:47 WIB
Bandara Gatot Subroto Way Kanan Kini Layani Dua Rute Penerbangan: Pendorong Ekonomi Daerah yang Belum Terjamah

JAKARTA  – Sebagai upaya peningkatan konektivitas dan perekonomian daerah, Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, kembali beroperasi dengan menambahkan dua layanan penerbangan. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi ekonomi lokal dan regional melalui fasilitas transportasi udara yang lebih baik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, dalam keterangannya di Bandarlampung pada Kamis (tanggal redaksi), menyampaikan bahwa bandara kini melayani rute penerbangan regional dan domestik. Penerbangan regional yang ditawarkan mencakup rute Bandara Gatot Subroto-Bandara Radin Inten Lampung dan Bandara Gatot Subroto-Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Kabupaten Pesisir Barat.

"Kami sangat antusias dengan dimulainya kembali operasional ini karena diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar. Penerbangan regional ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan barang antara daerah yang memiliki potensi besar dalam perdagangan dan pariwisata," ujar Bambang.

Untuk rute penerbangan domestik, layanan dari Bandara Gatot Subroto mencakup perjalanan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Khusus penerbangan ke Jakarta, maskapai Citilink akan melayani rute ini dengan menggunakan pesawat tipe ATR berkapasitas 74 penumpang. Penerbangan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Rabu dan Minggu.

Detail Jadwal Penerbangan dan Armada

Jadwal penerbangan dari Jakarta ke Way Kanan ditetapkan pukul 17.35 WIB dengan estimasi waktu tiba di Bandara Gatot Subroto sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian, penerbangan kembali ke Jakarta dijadwalkan pada 19.30 WIB dengan perkiraan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 21.00 WIB.

Operasional penerbangan ini didukung penuh oleh maskapai Susi Air untuk rute regional dan Citilink untuk rute domestik menuju Jakarta. Dukungan dari maskapai nasional ini diharapkan dapat menarik minat pelaku bisnis dan wisatawan untuk memanfaatkan jalur udara ini.

Dampak Ekonomi Lokal dan Regional

Keberadaan bandara ini tidak hanya untuk kemudahan mobilitas masyarakat tetapi diharapkan menjadi katalisator ekonomi di wilayah Way Kanan dan sekitarnya. Dengan adanya subsidi pembiayaan operasional dari lima daerah yang berbatasan langsung dengan Bandara Gatot Subroto, ada harapan besar bahwa sektor perdagangan, pariwisata, dan pemerintahan lokal akan merasakan dampak positif.

"Bantuan dan subsidi dari lima daerah sekitar merupakan dorongan yang sangat berarti. Tujuan utama kami adalah mempercepat perputaran ekonomi, membuka peluang baru di sektor perdagangan dan pariwisata, serta memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah," jelas Bambang lebih lanjut.

Selain itu, pembukaan kembali layanan penerbangan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengakses layanan publik dan fasilitas kesehatan di kota-kota besar, terutama bagi mereka yang mendesak membutuhkan perjalanan cepat.

Antusiasme Masyarakat dan Tantangan di Masa Depan

Dengan layanan transportasi yang lebih terjangkau dan cepat, masyarakat Way Kanan kini memiliki alternatif perjalanan selain lewat jalur darat yang memakan waktu lebih lama. Warga setempat menyambut baik inisiatif ini dengan harapan perjalanan yang lebih efisien dan dapat memangkas waktu tempuh yang sebelumnya menjadi penghambat aktivitas sehari-hari.

Namun, meski ada optimisme tinggi terhadap potensi dampak positif dari pembukaan rute baru ini, tantangan ke depan tetap ada. Salah satunya adalah upaya untuk terus memperluas jaringan rute penerbangan dan meningkatkan frekuensi penerbangan. Selain itu, bandara juga perlu menyesuaikan pelayanan dan fasilitas dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan untuk memastikan kenyamanan dan kepercayaan penumpang.

"Dalam jangka panjang, kami berharap program ini dapat berkelanjutan. Kami juga perlu memastikan kapasitas pelayanan bandara dapat mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat," tambah Bambang di akhir keterangannya.

Dengan segala upaya dan perhatian yang dilakukan, Bandara Gatot Subroto diyakini mampu mendorong mobilisasi dan daya saing daerah, tidak hanya di Lampung tetapi juga untuk kawasan Sumatera bagian selatan lainnya. Inisiatif ini diyakini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Terkini