JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, menjadi perhatian investor karena berhasil menutup sesi di zona hijau.
IHSG menguat 0,64% ke posisi all time high 9.133,87, sekaligus menandai capaian tertinggi sepanjang sejarah pasar saham domestik. Level terendah sempat menyentuh 9.025,99 pada pagi hari, sebelum akhirnya pulih menjelang penutupan sesi kedua.
Keberhasilan IHSG menembus angka psikologis 9.100 membuat sejumlah sektor saham menjadi sorotan, terutama saham konsumen non-primer, energi, dan infrastruktur.
Ketiga sektor ini masing-masing melesat 2,44%, 0,96%, dan 0,89%, menunjukkan sentimen positif dari investor domestik maupun asing.
Aktivitas Perdagangan dan Volume Transaksi
Volume perdagangan pada Senin, 19 Januari 2026 menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Sebanyak 85,35 miliar saham berpindah tangan dengan nilai total transaksi mencapai Rp35,91 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,93 juta kali, menandakan tingginya minat investor untuk membeli saham pada level harga saat itu.
Dari total saham yang diperdagangkan, 377 saham berhasil menguat, sementara 318 saham melemah. Sisanya, sebanyak 110 saham, tidak menunjukkan pergerakan berarti alias stagnan.
Kondisi ini memperlihatkan adanya distribusi pembelian yang cukup merata, namun masih terdapat saham yang bergerak turun seiring dengan pengambilan laba investor.
Sektor Saham yang Menjadi Motor Penguatan IHSG
Analisis pergerakan sektor menunjukkan bahwa saham konsumen non-primer menjadi penggerak utama penguatan IHSG. Saham energi juga mencatat kenaikan, diikuti saham infrastruktur yang memperkuat tren positif pasar.
Investor tampak optimistis melihat prospek bisnis sektor-sektor ini di awal tahun, terutama karena beberapa perusahaan mengumumkan rencana ekspansi maupun kinerja kuartal IV 2025 yang positif.
Selain itu, sentimen eksternal seperti harga komoditas global dan stabilitas ekonomi domestik turut memberikan dukungan pada penguatan IHSG. Hal ini menambah keyakinan investor untuk menempatkan dana di pasar saham.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Keberhasilan IHSG menembus level tertinggi membuat sejumlah saham menjadi perhatian para analis dan investor.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai broker, beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, antara lain:
BRI Danareksa Sekuritas:
BWPT
PANI
MDKA
Phillip Sekuritas:
DOOH
SOFA
MNC Sekuritas:
GZCO
INET
JPFA
SMRA
CGS International Sekuritas:
ENRG
HMSP
WIIM
MDKA
INCO
BBYB
Phintraco Sekuritas:
GGRM
MYOR
INET
TAPG
CUAN
Mirae Asset Sekuritas:
CTRA
DEWA
HEAL
Rekomendasi ini mencerminkan saham-saham yang diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan positif atau stabil dalam jangka pendek, sesuai analisis masing-masing broker. Investor disarankan tetap memperhatikan risiko dan melakukan diversifikasi portofolio.
Dampak Rekomendasi Saham bagi Investor
Bagi investor, mengetahui rekomendasi saham harian bisa membantu dalam membuat keputusan investasi. Namun, penting diingat bahwa rekomendasi bukanlah jaminan keuntungan, melainkan panduan untuk mengidentifikasi saham yang potensial.
Investor disarankan untuk tetap melakukan analisis fundamental maupun teknikal, serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Dengan IHSG berada di level tertinggi, beberapa investor mungkin akan melakukan aksi ambil untung, sementara yang lain memilih memanfaatkan momentum penguatan untuk membeli saham potensial. Keseimbangan antara strategi defensif dan opportunistik menjadi kunci agar portofolio tetap sehat.
Rangkuman rekomendasi saham hari ini, 20 Januari 2026, hadir sebagai panduan awal bagi investor yang ingin memanfaatkan tren positif IHSG. Dengan IHSG menembus posisi all time high 9.133,87 dan sektor-sektor unggulan menguat, terdapat peluang bagi pelaku pasar untuk menempatkan dana secara cermat.
Namun, tetap penting bagi investor untuk mempertimbangkan risiko, menjaga diversifikasi, dan menyesuaikan strategi investasi sesuai tujuan keuangan.
Dengan memahami rekomendasi saham dan tren pasar, investor bisa lebih siap menghadapi pergerakan IHSG di perdagangan selanjutnya. Pemahaman ini juga membantu menjaga portofolio agar tetap seimbang di tengah fluktuasi pasar saham yang dinamis.