BULETINFINANSIAL.COM — PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi memperketat aturan main dengan menambah kriteria verifikasi lisensi dari lima menjadi tujuh poin. Konsekuensinya, klub-klub yang gagal memenuhi syarat administrasi dan finansial, seperti tunggakan gaji, bakal kehilangan poin di awal kompetisi.
Perubahan ini menjadi alarm bagi sejumlah klub yang masih terjerat sanksi larangan mendaftarkan pemain baru (registration ban) dari FIFA. Di kasta tertinggi, PSM Makassar menjadi satu-satunya tim yang masih tercatat dalam daftar tersebut.
Skema Sanksi di Tiga Kasta: Dari 14 Poin hingga 7 Poin
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan skema sanksi yang diterapkan berbeda di setiap strata kompetisi. Untuk Super League, satu kriteria yang bermasalah berpotensi mengurangi dua poin, sehingga dengan total tujuh kriteria, klub bisa kehilangan maksimal 14 poin.
"Kalau sanksi rupiah sudah enggak musim ya, kurang nendang. Pengurangan poin ini masih sama seperti kemarin, artinya minus dua di Super League untuk satu kriteria. Sekarang tujuh kriteria, berarti 14 poin jika itu bermasalah," kata Ferry di Jakarta, Rabu (26/8).
Eks manajer Persija itu menambahkan, untuk kasta kedua Championship, hukuman yang diberikan adalah satu poin per kriteria atau total minus tujuh poin. Kebijakan serupa juga diterapkan di Liga Nusantara, kasta ketiga kompetisi sepak bola Indonesia.
PSM Makassar, PSBS Biak, dan Sriwijaya FC dalam Bahaya
Ancaman ini menjadi situasi genting bagi tim yang masih berstatus registration ban. Selain PSM Makassar di Super League, terdapat PSBS Biak yang berlaga di Championship dan Sriwijaya FC yang kini berkompetisi di Liga Nusantara.
Ketiganya terancam memulai musim dengan defisit poin jika tidak segera membereskan kewajiban finansialnya sebelum proses verifikasi dimulai. Kondisi ini tentu menyulitkan posisi mereka di klasemen sejak awal musim.
Penyaring Klub Promosi: Wildcard Hanya untuk yang Siap
Pengetatan lisensi ini juga berfungsi sebagai pintu penyaring bagi klub yang berambisi naik kasta. Operator menegaskan tidak akan mentoleransi klub promosi yang gagal lolos verifikasi kelayakan.
"Jadi minus poin tadi menjadi persyaratan penting. Jadi enggak bisa tuh kalau klub tiba-tiba enggak memenuhi syarat dengan kriteria tadi untuk promosi," ucap Ferry.
Jika klub yang berhak promosi gagal memenuhi syarat dan penggantinya juga tidak siap, maka operator akan memberikan wildcard kepada klub yang tadinya degradasi untuk tetap bertahan di kasta yang sama. Kebijakan ini memastikan setiap tim yang berlaga di kompetisi profesional benar-benar sehat secara organisasi dan keuangan.