Askrindo Beri Dukungan 512 Proyek Strategis serta Perkuat UMKM Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54:51 WIB
Ilustrasi UMKM (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo memberikan dorongan bagi pembangunan nasional sekaligus penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Peran tersebut direalisasikan lewat bermacam solusi Asuransi Umum serta Suretyship guna menopang keberlanjutan proyek strategis dan dinamika dunia usaha, serta via Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi komponen vital dalam memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Hingga Desember 2025, Askrindo telah menyalurkan dukungan pada 512 proyek strategis serta keamanan nasional dengan total nilai proyek mendekati Rp 261,9 triliun.

Dari jumlah itu, sebanyak 16 proyek tergolong Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai keseluruhan sekitar Rp 143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya berada pada sektor keamanan nasional bernilai sekitar Rp 118,7 triliun.

Dari sumbernya menyatakan, kontribusi Askrindo tidak sekadar ditakar dari pertumbuhan bisnis, melainkan pula dari kemampuan perusahaan menyumbang manfaat bagi perekonomian secara lebih luas.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar dari sumbernya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Dari sumbernya melengkapi, sokongan Askrindo pada PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Menurut pandangannya, keterlibatan pada aneka proyek strategis tersebut turut memperkokoh posisi Askrindo sebagai perseroan yang mengantongi kapasitas dalam memberikan solusi asuransi serta penjaminan bagi kebutuhan proyek bernilai fantastis.

Kapasitas Commercial Line Askrindo menyentuh Rp 28,6 triliun, melonjak sekitar 42 persen bila dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp 20,1 triliun.

Lonjakan fasilitas itu berjalan selaras dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan pada Askrindo.

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas dari sumbernya.

Jejak langkah Askrindo dalam menyalurkan dukungan terhadap bermacam aktivitas pembangunan serta dunia usaha juga telah terbangun dalam jangka panjang.

Sepanjang rentang 2016–2025, Askrindo telah menyalurkan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp 149,7 triliun, yang meliputi proyek pemerintah pusat maupun daerah via APBN/APBD, BUMN, serta bermacam aktivitas ekonomi lainnya.

Di tengah melimpahnya peluang bisnis, Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, pengetatan underwriting, dan manajemen risiko sebagai pijakan penting dalam setiap putusan bisnis.

Dari sumbernya memaparkan, tiap risiko yang bakal diterima melewati proses analisis serta underwriting dengan menimbang profil risiko beserta kemampuan perseroan dalam mengelola risiko itu.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” ungkap dari sumbernya.

Pengokohan proses underwriting menjadi salah satu fokus utama Askrindo sepanjang 2025, berbarengan dengan beragam langkah pembenahan kualitas portofolio dan pemantapan proses bisnis perseroan.

Bagi Askrindo, sumbangsih pada perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan lewat dorongan terhadap proyek-proyek strategis berskala raksasa.

Askrindo juga memegang peran strategis dalam menopang UMKM lewat Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR.

Keterlibatan itu sejalan dengan misi Askrindo dalam pemberdayaan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lewat program KUR, Askrindo hadir pada ekosistem pembiayaan UMKM dengan menyajikan perlindungan asuransi kredit yang mendorong akses para pelaku usaha atas pembiayaan perbankan.

Dengan demikian, faedah kehadiran Askrindo tidak hanya dirasakan pada proyek-proyek berskala besar, tetapi juga oleh pelaku usaha di sektor UMKM.

“Bagi kami, UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata dari sumbernya.

Lewat cakupan tersebut, Askrindo menjalankan peran strategis dari pembangunan nasional hingga sektor ekonomi kerakyatan, dengan menyajikan solusi asuransi dan penjaminan sekaligus mendorong penguatan UMKM via program pemerintah KUR.

Peran strategis itu turut disokong oleh fondasi keuangan perseroan yang kokoh.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, per Desember 2025 Askrindo membukukan aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, serta laba setelah pajak (EAT) mencapai Rp1,04 triliun.

Fundamental tersebut menjadi modal berharga bagi Askrindo untuk terus memperkuat kapasitas bisnis sekaligus melangsungkan perannya dalam menopang perekonomian nasional.

Dari sumbernya menuturkan, Askrindo akan terus memantapkan kapasitas perseroan dengan tetap menjaga mutu pengelolaan risiko dan tata kelola.

“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR,” tutup dari sumbernya.

Tags

Terkini