Perjuangan Sri Purwanti Mantan PMI Yang Sukses Jadi Pengusaha Di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:20 WIB
Sri Purwanti, Nasabah BRI (FOTO: NET)

JAKARTA - Pengalaman merantau di negeri orang membawa Sri Purwanti melewati alur kehidupan yang cukup panjang.

Perempuan yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) ini mendarat di Taiwan belasan tahun lalu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kini, buah kerja keras dan keberaniannya mengeksekusi peluang bisnis telah mengantarkan Sri menjadi pebisnis kuliner halal yang sukses berkembang di pusat Kota Taipei, ibu kota Taiwan.

Sri menjadi bukti nasabah BRI yang cakap mengubah penghasilan selama menjadi pekerja di perantauan menjadi modal dasar membangun kemandirian ekonomi.

Bermodal kedisiplinan menyisihkan modal dari penghasilan dan mengelola dana, ia secara bertahap menghimpun tabungan hingga memberanikan diri merintis lini bisnis kuliner halal.

Usaha itu kini membesar menjadi Kedai Sri Rahayu, sebuah rumah makan Nusantara yang beralamat di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, berdekatan dengan lokasi Taipei Grand Mosque.

Rumah makan tersebut menjadi salah satu pusat bagi para diaspora Indonesia maupun komunitas Muslim di kawasan Taipei untuk mencicipi beragam masakan khas Tanah Air.

Awal mula Sri merintis usaha berakar dari pengalaman personal yang sangat dekat dengan aktivitasnya saat menjadi PMI.

Kala pertama kali tiba di Taiwan, memperoleh hidangan halal yang pas dengan lidah Indonesia bukanlah hal yang mudah.

Keterbatasan tersebut lantas dipandang oleh Sri sebagai peluang kebutuhan yang juga dihadapi oleh banyak sesama pekerja Indonesia.

"Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama," kenang Sri, dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

"Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan," lanjutnya.

Bagi seorang Sri, kesuksesan mendirikan bisnis tidak didapatkan secara instan.

Modal yang dipakai guna membangun bisnis dikumpulkannya secara konsisten dari hasil gaji bekerja di Taiwan.

Sepanjang perjalanan tersebut, Sri mengandalkan layanan bank BRI untuk menunjang tata kelola keuangannya.

Sebagai nasabah BRI, dirinya memanfaatkan fasilitas perbankan untuk menyimpan tabungan sekaligus memfasilitasi transaksi keuangan lintas negara antara Taiwan dan Indonesia.

Melalui simpanan hasil keringat selama menjadi pekerja migran itulah Sri lantas mengambil langkah strategis dengan membuka bisnis kuliner halal skala kecil.

Usaha yang mulanya didirikan demi memenuhi kebutuhan makanan halal masyarakat Indonesia di Taiwan lambat laun mendapatkan banyak pelanggan setia.

Sri konsisten menjaga keaslian rasa khas Nusantara seraya memastikan kehalalan dari setiap sajian yang dihidangkan.

Saat ini, Kedai Sri Rahayu tidak cuma beroperasi sebagai restoran biasa, melainkan bertransformasi menjadi toko penyedia bermacam bahan pangan dan kebutuhan harian khas Indonesia.

Berbagai produk hidangan kemasan, bumbu dapur, hingga rempah khas Nusantara memenuhi deretan rak kedainya.

Pilihan menu yang dijajakan pun makin beragam, dari sate bumbu kacang, ayam penyet sambal terasi, bakso urat, pempek Palembang, ragam gorengan, sampai minuman khas Indonesia seperti es cendol, es jeruk, dan es teh manis.

Pertumbuhan usaha yang pesat ini membawa lini bisnis Sri mencatatkan raihan yang amat signifikan.

Secara bertahap, Sri mampu mewujudkan cita-citanya untuk menyediakan lapangan kerja bagi banyak individu, tidak cuma di Taiwan tetapi juga di Tanah Air.

Di tengah ekspansi usahanya, kebutuhan pengelolaan transaksi keuangan Sri pun turut bergeser.

Mobilitas yang tinggi selaku pelaku usaha menjadikan aksesibilitas layanan perbankan yang serba cepat sebagai kebutuhan yang sangat penting.

Sekarang, Sri aktif menggunakan platform BRImo Taiwan untuk memenuhi segala aktivitas transaksi keuangannya selama berada di Taiwan.

Adanya fasilitas BRImo Taiwan memberikan kepraktisan bagi Sri agar tetap terhubung dengan sistem layanan BRI secara digital dari negara tempatnya bekerja dan mengepakkan sayap bisnis.

Anak cabang transaksi dapat dijalankan secara cepat dan mudah via perangkat ponsel cerdas.

Corporate Secretary BRI dari sumbernya mengutarakan bahwa rekam jejak Sri Purwanti mencerminkan besarnya potensi warga Indonesia untuk berkembang dan naik kelas, termasuk mereka yang sedang berjuang mencari nafkah di mancanegara.

"Bagi BRI, kisah Ibu Sri bukan hanya tentang keberhasilan membangun usaha kuliner Indonesia di Taiwan, tetapi juga tentang bagaimana seorang pekerja migran mampu mengelola hasil kerja kerasnya, menangkap peluang, dan kemudian tumbuh menjadi pengusaha yang kuat," tutur pimpinan BRI dari sumbernya.

"Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia di luar negeri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju," lanjutnya.

Menurut perwakilan BRI dari sumbernya, kebutuhan akan fasilitas keuangan warga Indonesia di luar negeri bakal terus menyesuaikan seiring kian beragamnya bentuk kegiatan ekonomi diaspora maupun PMI.

Oleh karena itu, pihak BRI terus menguatkan fasilitas yang dapat merawat keterhubungan mereka dengan ekosistem finansial di Indonesia, yang salah satunya diwujudkan lewat aplikasi BRImo Taiwan.

"Kehadiran BRImo Taiwan kami harapkan semakin mendekatkan layanan perbankan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan finansial mereka, mulai dari bekerja, menabung, mengirimkan hasil jerih payah kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha," ungkap perwakilan BRI dari sumbernya.

"Kisah Ibu Sri menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang baik, dan akses layanan keuangan yang semakin mudah, PMI memiliki peluang besar untuk maju," pungkasnya.

Tags

Terkini