Trump Kembali Ancam Negara Pemilik Hubungan Dagang Iran Sanksi Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:44 WIB
Presiden AS Donald Trump (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump, lagi-lagi melontarkan peringatan keras bahwasanya AS bakal menjatuhkan dampak finansial yang sangat masif, bagi pihak negara mana saja yang memberi pertolongan atau melangsungkan perniagaan bersama Iran.

Melalui postingan di platform Truth Social yang diketik memakai huruf besar, mengutip situs BBC, Kamis (20/8/2026), Trump menyebut bahwa dirinya menginisiasi “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diberlakukan terhadap negara mana pun!.”

Akan tetapi, Trump tak membeberkan penjelasan mendalam serta tidak menunjuk negara lain secara khusus mengenai peringatan tegas ini.

Pernyataan tersebut diutarakan usai masa gencatan senjata selama 60 hari bersama Iran telah usai pada Senin lalu, tanpa terdapat indikasi rute diplomasi ataupun militer guna mengakhiri pertikaian yang dimulakan Amerika Serikat bersama Israel di penghujung Februari kemarin.

Keputusan teranyar Trump sepertinya merupakan wujud gerakan penekanan yang makin masif lewat Operation Economic Fury, yang dijalankan di bulan April. Usaha guna menjatuhkan hukuman pada pihak perbankan maupun korporasi asing yang melangsungkan transaksi perniagaan bersama Teheran.

Lewat tulisan jejaring sosial pada Rabu malam, Trump mengklaim mengeksekusi “D-Day ekonomi” bagi Iran lantaran negara Republik Islam itu tidak berhasil menjalin kesepakatan bersama Amerika Serikat.

“NEGARA MANA PUN yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala jenis bantuan kepada Iran akan menghadapi KONSEKUENSI Ekonomi yang SANGAT BESAR,” Trump menekankan.

Trump tidak menerangkan secara rinci sanksi yang berpotensi ditanggung oleh negara-negara itu.“Penyelundupan minyak, jalur swap, transfer tunai, rumah penukaran valuta asing, registrasi kapal, perusahaan kedok - semuanya harus dihentikan SEKARANG. Kalian tahu siapa yang dimaksud.”

Peringatan keras ini turut berlangsung sehari usai Uni Emirat Arab (UEA), yang terhitung mitra AS, mengabarkan hendak memutuskan seluruh akses keuangan maupun perekonomian bersama Iran, menyusul gertakan peluru kendali terbaru dari wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan UEA mengutarakan pihak mereka telah menemukan dua rudal balistik yang ditembakkan dari arah Iran serta mengincar jalur pelayaran laut. Dua-duanya terhempas ke dalam lautan.

Pihak-pihak Iran sudah sejak lama memakai jaringan keuangan Dubai guna memindahkan dana melalui lembaga penukaran valuta asing serta korporasi cangkang.

Sehabis penetapan UEA itu, kubu militer Iran memberikan peringatan kepada negara tetangga di area Teluk supaya tak menyalurkan bantuan pada pihak militer AS. Iran mengutarakan tiap pertolongan yang disalurkan bagi serdadu AS bakal dipandang sebagai suatu bentuk persekongkolan.

Tags

Terkini